Ingin Membuat Pidato yang Didengar Orang-Orang? Inilah 8 Tipsnya!

Berpidato mungkin bagi beberapa orang merupakan hal yang biasa, namun hal itu tidak banyak orang yang bisa melakukan dengan cukup baik. Salah satu indikatornya adalah banyaknya orang yang mendengarkan dengan baik. Sayangnya, banyak orang yang tidak tahu cara berpidato dengan baik sehingga pendengarnya tidak terlalu mendengarkan.

Ingin Membuat Pidato yang Didengar Orang-Orang? Inilah 8 Tipsnya!

Ingin Membuat Pidato yang Didengar Orang-Orang? Inilah 8 Tipsnya!

Apakah kamu pernah melakukan sebuah pidato? Berpidato adalah suatu kegiatan berbicara di depan umum atau biasanya menyatakan pendapat, atau memberikan gambaran tentang suatu hal. Pidato biasanya dilakukan untuk memotivasi orang-orang atau membagikan pengalaman. Pidato sangat sering dilakukan oleh banyak pemimpin negara, terutama ketika negaranya akan berperang, atau pun akan melakukan pemilihan pemimpin. Hal ini penting untuk mendapatkan suara khalayak umum.

Sayangnya, tidak semua orang bisa berpidato layaknya natural. Ada banyak orang, bahkan mungkin hampir semua orang, tidak bisa berpidato. Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari tidak ingin menjadi pusat perhatian, tidak bisa berkata-kata dengan baik, atau pun tidak pintar dalam mengatur volume suara. Memang, pidato bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, dan membutuhkan tips dan trik yang benar untuk berpidato. Apa saja tipsnya?

Berlatih hingga Tidak Membaca

pidato

Sumber : hrw.org

Berlatih merupakan hal yang paling penting. Kebanyakan orang memang tidak memiliki natur untuk langsung berpidato dan mempunyai kharisma untuk berpidato, namun mereka membangun natur berpidato dengan cara berlatih pidato secara terus menerus. Tidak ada yang bersifat langsung bisa ketika berpidato. Butuh yang dinamakan berlatih dan terus berlatih, hingga tidak perlu membaca.

Ketika berlatih terus menerus, kamu tidak akan menghilangkan rasa takut ketika berpidato, namun kamu akan terus mengingat kata-kata yang ada, sehingga tidak ada makna yang terhilangkan ketika berpidato. Seketika itu juga, kamu akan lebih berani dan bisa lebih lantang dalam berbicara, sehingga kamu akan berhasil berpidato dengan baik. Jika perlu, tidak membawa teks ketika berpidato, agar kharisma lebih dapat dan para pendengar pun akan senang hati mendengarkan pidatomu.

Buat Pidato Semenarik Mungkin dalam 30 Detik Berpidato Pertama

pidato

Sumber : Republika.co.id

Pastinya kamu pernah mendengar pepatah “first impression is everything” atau kesan pertama adalah segalanya. Ya, hal itu juga berlaku pada saat berpidato, dan bukan hanya berlaku ketika bertemu dengan seseorang pada pertama kali. Ketika berpidato, saat paling awal adalah yang paling penting. Pembukaan adalah hal yang paling penting, karena akan berpengaruh pada pendengar setelahnya.

Ketika pidato dibuka dengan nada yang bermalas-malasan, atau seperti setengah niat, dengan penampilan fisik yang kurang menjanjikan seperti rambut yang berantakan, mata seperti kurang tidur, atau pun baju yang acak-acakan dan tidak seperti orang yang menjanjikan, siapa yang akan mendengar? Berbanding terbalik jika kamu membuka pidato 30 detik pertama dengan nada yang semangat, raut wajah yang disukai dan berpenampilan yang rapih.

Pakailah Humor dan Bahasa yang Efektif

pidato

Sumber : geotimes.co.id

Pidato yang baik adalah yang tidak membosankan dan efektif pada bahasa. Mengapa? Karena berpidato itu ditujukan kepada banyak orang, dan jika memakai bahasa yang membosankan, siapa yang akan mendengar? Namun jika kamu memakai humor dan bahasa yang efektif, tentunya orang-orang akan mendengarnya sambil tertawa-tawa, bahkan bukan tidak mungkin orang-orang tersebut akan ingin terus mendengar pidatomu.

Dengan berpidato yang ada humor, ditambah dengan bahasa yang efektif dan efisien, orang pun tidak akan bosan dan terus mendengar ceramah yang ada, bahkan jika pun isi yang ada mempunyai makna yang tidak terlalu dalam. Jadi ingat, sisipkanlah humor saat berpidato, Rekan Bijak!

Dapatkanlah Hati Pendengar, Bukan Telinga

pidato

Sumber : Kebudayaan.kemdikbud.go.id

Hal yang terpenting lainnya adalah mendapatkan hati pendengar, bukan telinga. Rekan Bijak, berpidato adalah salah satu sarana yang dipakai untuk berkomunikasi, dan biasanya berbentuk persuasif, atau ajakan. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan hati para pendengar, bukan telinga. Mungkin ketika berpidato, orang mendengarkan, namun akan masuk lewat kuping kanan, namun keluar lewat kuping kiri, sehingga tidak ada makna yang didapat.

Berbeda dengan jika mendapatkan hati pendengar. Ketika berpidato, mendapatkan hati para pendengar pastinya akan membekas di hati, dan masuk ke otak dan akan terus dipikirkan, sehingga akan berbuah hasil yang diinginkan oleh orang yang berpidato. Biasanya, jika kamu ingin pidato yang membekas di hati, kamu harus merelasikan pidatomu dengan kehidupan sehari-hari, yang biasanya akan membekas dalam hati.

Perhatikan Tingkah Laku Para Pendengar

pidato

Sumber : english.sina.com

Tingkah laku para pendengar adalah pertanda tentang bagaimana pendengarmu mendengarkan pidatomu. Tingkah laku ini akan kelihatan dengan sendirinya. Banyak tanda jika pidatomu membosankan atau tidak menarik perhatian. Tanda-tandanya adalah seperti beberapa orang tutup mata dan tidur, ada yang mendengarkan dengan mata lelah, ada yang bermain smartphone, dan lain-lain. Untuk itu, kamu harus mulai mencari cara agar pidatomu didengar lebih.

Berbanding terbalik jika para pendengarmu mendengarnya dengan mata yang terbuka lebar, orang-orang melihat kepadamu dan fokus, atau pun tidak melihatmu namun fokus mendengarkan, itu berarti pidatomu menarik, dan kamu harus peka terhadap keadaan-keadaan seperti ini, agar kamu bisa mengontrol suasana tempatmu berpidato!

Pakailah Bahasa Tubuh

pidato

Sumber : Medium.com

Memakai bahasa tubuh dan gestur juga salah satu hal yang penting ketika berpidato. Jarang ada orang, yang merupakan seorang profesional dan sudah biasa berpidato, tidak menggerakkan tangan sama sekali, tidak memakai kontak mata kepada para pendengar, atau pun berpidato sambil duduk. Hal ini dikarenakan pentingnya bahasa tubuh jika ingin pidatonya didengarkan.

Bahasa tubuh seorang yang ingin berpidato yang baik adalah menggerakkan tangannya sesuai dengan pidatonya dengan baik, memberikan kontak mata yang baik terhadap pendengarnya, mata yang tidak seperti orang kurang tidur, badan berposisi tegap lurus, tidak bersandar pada apapun, dan paling penting tersenyum, dengan mimik wajah yang ramah. Hal-hal seperti inilah akan membuat pidatomu didengar.

Jangan Banyak Intonasi “ehm” saat Bingung Ingin Berkata Apa

pidato

Sumber : jatim.tribunnews.com

Intonasi “ehm” akan sangat mengurangi nilai pidatomu. Mengapa? “Ehm” adalah sebuah intonasi yang menandakan kebingungan dan keputusasaan, sehingga sebisa mungkin dihindari dan tidak dipakai intonasi tersebut. Peribahasa “Karena nilai setitik, rusak susu sebelangan” bisa diaplikasikan dalam hal ini. Satu intonasi “ehm” bisa membuat dirimu dipandang orang yang kurang meyakinkan.

Lebih baik, jika kamu lupa atau bingung mau berkata apa, lebih baik diam terlebih dahulu dan berpikir. Diam adalah emas dalam hal ini, namun tidak boleh terlalu lama atau kamu akan dipandang sebagai orang yang bingung dalam menyusun kata-kata.

Pelajari tentang Orang yang Akan Mendengar

pidato

sumber : Thestar.com.my

Hal paling penting lainnya adalah mempelajari tentang siapa saja yang akan mendengarkan tentang pidatomu. Hal ini penting dalam isi pidatomu. Pendekatan dalam pidato salah satunya adalah dengan mengetahui siapa saja yang akan mendengarkan isi pidato. Pendekatan ini wajib dilakukan demi memikat hati para pendengar. Dengan cara mengetahui siapa pendengarnya, pendekatan pun menjadi lebih mudah.

Jika kamu berpidato di depan mahasiswa, pakailah bahasa-bahasa dan humor gaya mahasiswa, dan hal itu berbeda jika dilakukan di depan orang-orang profesional. Berbeda lagi jika dilakukan di depan anak-anak SMA, dan lain-lain. Jadi sebelum membuat sebuah teks pidato, disarankan untuk mengetahui terlebih dahulu siapa saja pendengarnya.

Rekan Bijak, jika kamu tertarik untuk membuat sebuah pidato yang baik, ikutilah tips-tips ini, dan kamu akan didengar pidatonya.

pidato

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: