6 Tempat Wisata Banjarmasin yang Menarik dan Wajib Dikunjungi

Terkenal dengan Pasar Apungnya yang menjadikan ikon untuk kota Banjarmasin ini. Tidak hanya Pasar Apung yang bisa jadi tempat kita untuk lebih mengenal Kota Seribu Sungai ini. Ada banya tempat wisata Banjarmasin yang bisa membuat kita lebih dekat dengan kota ini.

6 Tempat Wisata Banjarmasin yang Menarik dan Wajib Dikunjungi

6 Tempat Wisata Banjarmasin yang Menarik dan Wajib Dikunjungi

” Kota Seribu Sungai” adalah sebutan untuk Kota Banjarmasin yang berada di Provonsi Kalimantan Selatan. Jika kita sedan berada di Banjarmasin, sempatkanlah diri kita untuk mampir ke lokasi-lokasi wisata Banjarmasin. Pariwisata Banjarmasin saat juga sudah berkembang dan mulai mengedepankan program pariwisatanya, karena ada banyak potensi wisata yang bisa dinikmati oleh wisatan lokal maupun wisatawa internasional.

Pasar Terapung Muara Kuin

Wisata Banjarmasin

pergiyuk.com

Wisata Banjarmasin yang wajib kita kunjungi pertama kali adalah, Pasar Terapung Muara Kuin atau Pasar Terapung Sungai Barito adalah pasar terapung tradisional yang berada di atas sungai Barito di muara sungai Kuin, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasar Terapung Muara Kuin merupakan pusaka saujana Kota Banjarmasin.

Para pedagang dan pembeli menggunakan jukung, sebutan perahu dalam bahasa Banjar. Pasar ini mulai setelah salat Subuh sampai selepas pukul tujuh pagi. Matahari terbit memantulkan cahaya di antara transaksi sayur-mayur dan hasil kebun dari kampung-kampung sepanjang aliran sungai Barito dan anak-anak sungainya.

Para pedagang wanita yang berperahu menjual hasil produksinya sendiri atau tetangganya disebut dukuh, sedangkan tangan kedua yang membeli dari para dukuh untuk dijual kembali disebut panyambangan. Keistemewaan pasar ini adalah masih sering terjadi transaksi barter antar para pedagang berperahu, yang dalam bahasa Banjar disebut bapanduk. Belum lengkap rasanya jika Wisata Banjarmasin kita belum mengunjungi Pasar Apung di kota ini.

 

Masjid Sultan Suriansyah

Wisata Banjarmasin

id.wikipedia.org

Wisata Banjarmasin yang banyak dikunjungi juga adalah, Masjid Sultan Suriansyah atau Masjid Kuin adalah sebuah masjid bersejarah di Kota Banjarmasin yang merupakan masjid tertua di Kalimantan Selatan. Masjid ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Suriansyah (1526-1550), Raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam. Masjid Kuin merupakan salah satu dari tiga masjid tertua yang ada di kota Banjarmasin pada masa Mufti Jamaluddin (Mufti Banjarmasin), masjid yang lainnya adalah Masjid Besar (cikal bakal Masjid Jami Banjarmasin) dan Masjid Basirih.

Masjid ini terletak di Kelurahan Kuin Utara, kawasan yang dikenal sebagai Banjar Lama merupakan situs ibu kota Kesultanan Banjar yang pertama kali. Masjid ini letaknya berdekatan dengan komplek makam Sultan Suriansyah dan di tepian kiri sungai Kuin.

Masjid yang didirikan di tepi sungai Kuin ini memiliki bentuk arsitektur tradisional Banjar, dengan konstruksi panggung dan beratap tumpang. Pada bagian mihrab masjid ini memiliki atap sendiri yang terpisah dengan bangunan induk.

Kekunoan masjid ini dapat dilihat pada 2 buah inskripsi yang tertulis pada bidang berbentuk segi delapan berukuran 50 cm x 50 cm yakni pada dua daun pintu Lawang Agung. Pada daun pintu sebelah kanan terdapat 5 baris inskripsi Arab-Melayu berbunyi : ” Ba’da hijratun Nabi Shalallahu ‘alahihi wassalam sunnah 1159 pada Tahun Wawu ngaran Sultan Tamjidillah Kerajaan dalam Negeri Banjar dalam tanah tinggalan Yang mulia.” Sedangkan pada daun pintu sebelah kiri terdapat 5 baris inskripsi Arab-Melayu berbunyi: “Kiai Damang Astungkara mendirikan wakaf Lawang Agung Masjid di Nagri Banjar Darussalam pada hari Isnain pada sapuluh hari bulan Sya’ban tatkala itu (tidak terbaca)” .Kedua inskripsi ini menunjukkan pada hari Senin tanggal 10 Sya’ban 1159 telah berlangsung pembuatan Lawang Agung (pintu utama) oleh Kiai Demang Astungkara pada masa pemerintahan Sultan Sepuh atau Sultan Tamjidullah I (1734-1759).

Pada mimbar yang terbuat dari kayu ulin terdapat pelengkung mimbar dengan kaligrafi berbunyi “Allah Muhammadarasulullah”. Pada bagian kanan atas terdapat tulisan “Krono Legi : Hijrah 1296 bulan Rajab hari Selasa tanggal 17”, sedang pada bagian kiri terdapat tulisan : “Allah subhanu wal hamdi al-Haj Muhammad Ali al-Najri”. Ini berarti pembuatan mimbar pada hari Selasa Legi tanggal 17 Rajab 1296, atas nama Haji Muhammad Ali al-Najri.

Pola ruang pada Masjid Sultan Suriansyah merupakan pola ruang dari arsitektur Masjid Agung Demak yang dibawa bersamaan dengan masuknya agama Islam ke daerah ini oleh Khatib Dayan. Arsitektur mesjid Agung Demak sendiri dipengaruhi oleh arsitektur Jawa Kuno pada masa kerajaan Hindu. Identifikasi pengaruh arsitektur tersebut tampil pada tiga aspek pokok dari arsitektur Jawa Hindu yang dipenuhi oleh masjid tersebut. Tiga aspek tersebut : atap meru, ruang keramat (cella) dan tiang guru yang melingkupi ruang cella. Meru merupakan ciri khas atap bangunan suci di Jawa dan Bali. Bentuk atap yang bertingkat dan mengecil ke atas merupakan lambang vertikalitas dan orientasi kekuasaan ke atas. Bangunan yang dianggap paling suci dan dan penting memiliki tingkat atap paling banyak dan paling tinggi. Ciri atap meru tampak pada Masjid Sultan Suriansyah yang memiliki atap bertingkat sebagai bangunan terpenting di daerah tersebut. Bentuk atap yang besar dan dominan, memberikan kesan ruang di bawahnya merupakan ruang suci (keramat) yang biasa disebut cella. Tiang guru adalah tiang-tiang yang melingkupi ruang cella (ruang keramat). Ruang cella yang dilingkupi tiang-tiang guru terdapat di depan ruang mihrab, yang berarti secara kosmologi cella lebih penting dari mihrab.

 

Museum Wasaka

Wisata Banjarmasin

kebudayaan.kemdikbud.go.id

Tertarik mengetahui dan mempelajari sejarah perjuangan rakyat Kalimantan Selatan? Datanglah ke Museum Wasaka  sebagai tambahan untuk wisata Banjarmasin kita. Museum ini berada di tepi sungai Martapura, berdampingan dengan Jembatan 17 Mei (Jembatan Banua Anyar) yang besar, panjang, dan kokoh.

Museum Wasaka adalah sebuah museum perjuangan rakyat Kalimantan Selatan.

Wasaka sendiri adalah singkatan dari Waja Sampai Ka Putting yang berarti perjuangan yang tiada henti hingga tetes darah penghabisan. Kalimat itu merupakan moto perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Museum Wasaka diresmikan pada tanggal 10 November 1991, bertempat di rumah Banjar Bubungan Tinggi yang kemudian dialihfungsikan dari bangunan hunian menjadi museum. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya konservasi bangunan tradisional.

Terdapat lebih kurang 400 benda bersejarah yang dipamerkan di museum ini, terutama yang berkaitan dengan sejarah perjuangan rakyat dan pemuda Kalimantan Selatan. Diantaranya: daftar organisasi yang pernah berjuang menentang penjajah seperti Lasykar Hasbullah yang bermarkas di Martapura dan Barisan Pemuda Republik Indonesia Kalimantan yang bermarkas di Banjarmasin.

Ada juga benda-benda peninggalan sejarah seperti: mesin tik kuno, kamera, cermin, tombak, mandau, senapan, mortir, serta empat buah kursi yang konon dulunya dipakai sebagai tempat pejuang Kalimantan Selatan bermusyawarah. Sementara dinding yang mengelilingi kursi-kursi itu memuat deretan gambar gubernur pertama hingga yang menjabat sekarang. Tidak ketinggalan sebuah sepeda kuno yang katanya sewaktu zaman penjajahan digunakan untuk mengirim surat dengan menyembunyikan lembaran surat di dalam badan sepeda agar tidak diketahui oleh kolonial Belanda. Jangan lupa untuk menyambangi Museum Wasaka sebagai tujuan wisata Banjarmasin kita.

 

Bukit Meratus

Wisata Banjarmasin

www.superadventure.co.id

Untuk kita yang gemar berpetualang dan merasakan indahnya alam kita bisa datang ke Bukit Meratus. Memang lokasinya bukan terdapat di Kota Banjarmasin, namun masih Pegunungan Meratus masih berlokasi di Kalimantan Selatan.

Pegunungan Meratus merupakan kawasan berhutan yang bisa dikelompokkan sebagai hutan pegunungan rendah. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dengan beberapa vegetasi dominan seperti Meranti Putih (Shorea spp), Meranti Merah (Shorea spp), Agathis (Agathis spp), Kanari (Canarium dan Diculatum BI), Nyatoh (Palaquium spp), Medang (Litsea sp), Durian (Durio sp), Gerunggang (Crotoxylon arborescen BI), Kempas (Koompassia sp), Belatung (Quercus sp). Di sepanjang pegunungan terdapat banyak perkebunan karet. Bukit Meratus menawarkan keindahan alam dengan pesona yang tidak biasa.

Dari atas bukit ini kami bisa melihat sebagian kecil pemandangan alam Pegunungan Meratus yang membentang sepanjang ±600 km². Sungai Amandit yang membelah hutan tampak begitu indahnya sehingga menjadi pelepas penat setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Hutan yang sebagian besar masih alami menyihir setiap mata yang memandangnya.

Selain itu pemandangan Bukit Ketawang juga menambah keindahan panorama alam yang bisa dilihat dari Bukit Langara ini. Bukit berbatu tersebut tampak hijau oleh pepohonan yang menyelimutinya serta masih terjaga kealamiannya. Jika kita mencari

 

Pulau Kembang

Wisata Banjarmasin

jadiberita.com

Wisata Banjarmasin yang satu ini cukup unik. Pulau Kembang merupakan sebuah pulau yang berada di tengah Sungai Barito. Tempat wisata ini menjadi habitat monyet dan beberapa jenis burung. Menurut warga, di pulau ini terdapat seekor monyet besar yang merupakan raja monyet. Pulau Kembang di sebut sebagai kerajaan kera karena terdapat ratusan bahkan ribuan kera di sini, dan konon menurut mitos orang setempat terdapat kera yang sangat besar yang di sebut raja dari para kera. Namun tidak hanya kera, kalau sedang beruntung kita bisa bertemu dengan Bekantan, yakni jenis kera ber ekor panjang yang mempunyai hidung yang mancung dengan warna kekuningan yang merupakan hewan khas pulau Kalimantan.

Saat berada di pulau ini, berhati-hatilah dengan barang bawaan. Monyet-monyet seringkali penasaran dan ingin melihat apa saja yang kita bawa. Sebaiknya bawa makanan ringan atau buah-buahan untuk mengalihkan perhatian mereka dari tas.

Tempat wisata ini berjarak sekitar 1,5 km dari pusat kota Banjarmasin. Untuk dapat melihat aktifitas monyet-monyet ini dari dekat, kita harus membayar sebesar Rp 5 ribu untuk wisatawan domestik dan RP 25 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Di dalam kawasan hutan wisata ini terdapat altar yang diperuntukkan sebagai tempat meletakkan sesaji bagi ” penjaga” pulau Kembang yang dilambangkan dengan dua buah arca berwujud kera berwarna putih (Hanoman), oleh masyarakat dari etnis Tionghoa-Indonesia yang mempunyai kaul atau nazar tertentu. Seekor kambing jantan yang tanduknya dilapisi emas biasanya dilepaskan ke dalam hutan pulau Kembang apabila sebuah permohonan berhasil atau terkabul.

 

Pusat Kuliner Tepian Sungai Martapura

Wisata Banjarmasin

www.tripadvisor.com

Pada saat kita sedang berwisata ke Banjarmasin, jangab lupa untuk menikmati sajian kuliner khas Banjarmasin ini. Jika ingin menikmati kuliner khas Banjarmasin di satu tempat, bisa datang ke pusat kuliner Banjarmasin yang berada di Jalan Pos yang menghubungkan antara Jalan Sudirman dan Jalan Hasanudin.

Dengan adanya lokasi wisata kuliner ini, akan memudahkan wisatawan yang datang ke Kota Banjarmasin ini untuk menikmati kuliner khas setempat, seperti laksa, ketupat kandangan, nasi kuning, lupis, lontong, dan penganan 41 macam.

Selain itu juga tersedia makanan nasional, seperti nasi goreng, soto, masakan padang, masakan jawa, masakan palembang, dan aneka makanan nusantara lainnya di sejumlah kios yang tercatat 52 buah tersebut. Bagi wisatawan makan di lokasi ini akan merasakan nikmatnya udara Sungai Martapura berada di pepohonan rindang, sambil menikmati pemandangan hilir mudiknya berbagai perahu dan angkutan air lainnya. Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Subhan menuturkan lokasi tersebut akan dimeriahkan lagi dengan aneka atraksi wisata, seperti lomba perahu (jukung), yang akan diagendakan serta jet ski. Lengkapilah kunjungan wisata Banjarmasin kita dengan mendatangi Pusat Kuliner Sungai Martapura.

Inilah tempat Wisata Banjarmasin yang Rekan bisa kunjungi ketika berlibur kesana 🙂

 

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: