4 Pedesaan di Bali yang Memiliki Keindahan dan Keunikan Tersendiri

Tahukan Rekan, jika banyak sekali turis asing yang mengenal dan ingin keBali, bahkan mereka lebih mengenal Bali daripada Indonesia itu sendiri. Bahkan beberapa artis Hollywood sempat berpikir Indonesia adalah sebuah negara yang ada di Bali, saking terkenalnya Bali. Banyak para penlancong dunia yang memasukan Bali sebagai salah satu kunjungan wajibnya. Bali memiliki desa-desa yang indah dan unik yang bisa membuat para wisatawanya terkesima dan selalu membuatnya ingin kembali. Mari kita simak artikel berikut yang membahas keindahan Pedesaan di Bali.

4 Pedesaan di Bali yang Memiliki Keindahan dan Keunikan Tersendiri

4 Pedesaan di Bali yang Memiliki Keindahan dan Keunikan Tersendiri

Bali sudah terkenal sejak dahulu melalui pariwisatanya yang eksotis dan kental dengan kebudayaannya. Tidak hanya terkenal dengan pantainnya yang cantik, Bali juga memiliki desa-desa yang sangat indah, sejuk dan yang pasti menenteramkan hati. Itu Sebabnya banyak para wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal menjadikan Bali menjadi destinasi liburan favoritnya.

Desa Ubud

Bali

yandex.kz

Ubud menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal bahkan mancanegara yang ingin menikmati pemandangan alam indah. Tak hanya itu, Ubud juga terkenal sebagai pusat kesenian di Bali, khususnya seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari dan kesenian tradisional lainnya. Ubud juga disebut sebagai desa bertaraf internasional karena pemandangan dan fasilitas di sini cukup lengkap.

Tidak hanya terkenal dengan panoramananya teraseringnya dan persawahannya yang seperti lukisan alam. Kawasan pariwisata Ubud masuk dalam pemerintahan kabupaten Gianyar. Kabupaten yang banyak memiliki seniman berbakat dan dapat dikatakan merupakan pusat budaya dan seni di Bali. Khusus untuk seni lukis, seni ukir, seni patung, seni tari dan seni musik tradisional Bali.

Bali

liburanbali.net

Desa Bali yang satu ini terkenal dengan wisata seni dan spiritual. Ada banyak pasar seni dan galeri seni yang bisa kita jadikan tempat cuci mata. Selai itu ada banyak Pura dan tempat ritual yang biasa dilaksanan oleh warga setempat, jika kita beruntung pada hari raya tertentu, kita bisa turut melihat ritual sembahyang mereka.

Di kawasan wisata Desa Ubud ada banyak penginapan yang disediakan bagi para wisatawa, mulai dari hotel hingga rumah penginapan dengan harga yang sangat terjangkau.

 

Desa Trunyan

www.ngehits.net

Terunyan atau Trunyan adalah sebuah desa kuno yang berada di kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, provinsi Bali, Indonesia. Terunyan terletak di dekat Danau Batur. Desa ini memiliki keindahan eksotisme sekalugus menyimpan hal mistis di dalamnya. Namun justru hal ini lah yang membuat Desa Truyan berbeda dengan desa-desa di bali lainnya.

Desa Trunyan adalah salah satu desa tertua di Bali yang memiliki tradisi unik. Tradisi itu adalah tradisi meletakkan jenazah di sebuah anyaman bambu. Namanya adalah Sema Wayah. Tidak seperti jenazah pada umumnya yang dikubur atau dibakar, jenazah di desa Trunyan ini diperlakukan mirip dengan tradisi suku Toraja, yaitu hanya diletakkan begitu saja dan dibiarkan membusuk dengan sendirinya.

Bali

sinarharapan.net

Adat Desa Terunyan mengatur tata cara menguburkan mayat bagi warganya. Di desa ini ada tiga kuburan (sema) yang diperuntukan bagi tiga jenis kematian yang berbeda. Apabila salah seorang warga Terunyan meninggal secara wajar, mayatnya ditutupi kain putih, diupacarai, kemudian diletakkan tanpa dikubur di bawah pohon besar bernama Taru Menyan, di sebuah lokasi bernama Sema Wayah. Namun, apabila penyebab kematiannya tidak wajar, seperti karena kecelakaan, bunuh diri, atau dibunuh orang, mayatnya akan diletakan di lokasi yang bernama Sema Bantas. Sedangkan untuk mengubur bayi dan anak kecil, atau warga yang sudah dewasa tetapi belum menikah, akan diletakan di Sema Muda (Rumah Miarta Yasa)

Penjelasan mengapa mayat yang diletakan dengan rapi di sema (kuburan) itu tidak menimbulkan bau padahal secara alamiah, tetapi terjadi penguraian atas mayat-mayat tersebut, disebabkan pohon Taru Menyan tersebut, yang bisa mengeluarkan bau harum dan mampu menetralisir bau busuk mayat. Taru berarti pohon, sedang Menyan berarti harum. Pohon Taru Menyan ini, hanya tumbuh di daerah ini. Jadilah Tarumenyan yang kemudian lebih dikenal sebagai Terunyan yang diyakini sebagai asal usul nama desa tersebut.

Bali

www.bbc.com

Dahulu penduduk Desa Trunyan, Bali merasa kebingungan karena muncul bau harum yang sangat menyengat hingga kepelosok desa hingga membuat penduduk lokal menjadi flu. Setelah ditelusuri, ternyata bau harum itu berasal dari sebuah pohon besar yang dikenal sebagai Taru Menyan. Atas saran dan ide tetua yang ada di desa tersebut, diletakkanlah janazah di bawah pohon untuk menetralisir bau harum dari pohon tersebut. Dan ide tersebut berhasil, sehingga penduduk desa tidak lagi merasa terganggu dengan bau harum yang sangat menyengat tersebut. Sampai hari ini tata cara penguburan tersebut masih dilaksanakan hingga sekarang oleh penduduk Desa Trunyan.

Bali

travelingyuk.com

Masyarakat Desa Trunyan Bali memiliki cara yang unik dan berbeda memperlakukan kerabat atau keluarga yang meninggal dunia. Seperti biasanya jenazah orang Hindu-Bali disucikan dengan cara jenazah dibakar atau yang disebut dengan “Ngaben”, lain halnya dengan masyarakat Hindu-Bali yang ada di Desa Trunyan Di desa ini kerabat atau keluarga yang meninggal cukup diletakkan di atas tanah. Dan untuk melindungi jenazah, jasad ditutupi dengan “ancak” atau kurungan bambu. Walau berbeda prilaku adat dengan masyarakat Hindu-Bali lainnya, masyarakat Desa Trunyan menyebut proses ini sama seperti “Ngaben”. Sebab menurut mereka, “Ngaben” sendiri merupakan proses pensucian roh yang sudah meninggal agar bisa kembali bereinkarnasi.

Keunikan desa ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang ingin tahu lebih jauh mengenai tradisi tersebut. Kini desa ini juga menjadi salah satu desa wisata yang bisa dikunjungi wisatawan. Jika Rekan penasaran dengan kemagisan Desa Trunyan datanglah dan rasakan sendiri hawa mistis di salah satu desa di Bali yang terkenal unik.

 

Desa Penglipuran

Bali

www.hipwee.com

Desa Penglipuran di Bali, berjarak sekitar 45 kilometer dari pusat Kota Denpasar, Desa Penglipuran menawarkan kearifan lokal yang masih dipegang teguh oleh masyarakat Bali. Memasuki desa adat ini kita akan disambut dengan deretan rumah adat yang tertata rapi lengkap dengan penjor yang menggantung di tiap-tiap rumah. Di desa ini kita akan melihat dan merasakan kekentalan Bali yang sebenar-benarnya.

Gaya arsitektur rumah-rumah penduduk di Desa Penglipuran ini tampak seragam. Rumah-rumah tersebut dilengkapi dengan gapura dan biasanya tidak sedikit anjing ras kintamani di depannya. Di dalam kompleks rumah selalu ada pura kecil sebagai tempat sembahyang bagi pemilik rumah. Selain itu ada juga lumbung dan balai sebagai tempat untuk menjamu tamu atau wisatawan yang singgah. Beberapa diantaranya juga telah beralih fungsi menjadi kedai dan warung sebagai ruang bagi pengunjung untuk beristirahat sambil berselaras dengan suasana desa yang asri.

Konsep penataan yang ada di Desa Penglipuran ini tak lepas dari tradisi dan budaya yang secara turun temurun dipegang teguh oleh masyarakat setempat. Kombinasi gaya arsitektur pemukiman adat Bali dan ruang terbuka yang telah dibentuk oleh masyarakat adat Desa Penglipuran sejak dahulu membuat suasana desa khas Bali makin kental dan nyaman sebagai tempat untuk berwisata di lingkungan asri yang ada di desa adat ini.

Bali

sinarharapan.net

Konsep tata ruang pemukiman adat di Desa Penglipuran menganut prinsip trimandala. Konsep tersebut secara fungsi dan tingkat kesuciannya terbagi ke dalam tiga ruang yang berbeda yakni ruang utama, madya, dan nista. Letak ketiga ruang ini membujur dari sisi utara yang melambangkan elemen gunung hingga ke sisi selatan yang melambangkan elemen laut. Di tengah-tengahnya terbentang jalan desa yang lurus berundak sebagai poros tengah yang membelah ruang madya.

Karena kekhasan dan keunikan yang dimilikinya, Desa Penglipuran menjadi salah satu desa wisata primadona bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara. Desa adat seluas 112 hektar ini merupakan kawasan pedesaan yang memiliki tata ruang dan arsitektur yang ramah lingkungan. Suasana di dalam desa terada sangat sejuk dan asri, hal ini dikarenakan tidak ada kendaraan bermotor yang boleh melewati jalan desa.

Bali

sinarharapan.net

Berdasarkan cerita penduduk, Desa Penglipuran telah ada sejak lebih dari 700 tahun silam atau tepatnya pada masa Kerajaan Bangli. Dimana dahulu Desa Penglipuran ini menjadi sebuah tempat peristirahatan bagi para raja-raja Bali yang ingin mendapati suasana tenang dan damai. Maka dari itu Desa ini bernama “Penglipuran” yang berarti yang memiliki arti penghibur. Serta jika dilihat dari asal muasal namanya, “Pengeling Pura” adalah tempat suci untuk mengenang para leluhur. Jika kita berliburan ke Desa ini udara sejuk pegunungan menyambut saat tiba di kawasan Desa Penglipuran.

 

Desa Batubulan

Bali

yandex.ru

Desa Batubulan merupakan salah satu desa di Kabupaten Gianyar yang sangat terkenal sebagai salah satu surga seni di Bali. Di desa ini, ada banyak toko kesenian yang memajang beragam kesenian patung batu, ukiran, serta batik khas Bali yang sering dijadikan sebagai buah tangan oleh para wisatawan. Ketika Anda memasuki Jalan raya Batubulan, Anda akan menemukan banyak toko ukiran di sisi kanan dan kiri jalan.

Para pria di desa biasanya bekerja dalam kelompok, untuk menyalin di batu apa yang nenek moyang mereka ukir di masa lalu, atau terkadang juga memahat berdasarkan permintaan pelanggan. Selain ukiran batu, Batubulan juga dikenal akan tari Barong dan Keris yang indah yang sering diadakan di panggung umum desa.

Bali

balikami.com

Selain itu, Desa Batubulan setiap harinya juga selalu menyelenggarakan pertunjukan tari tradisional Bali seperti tari Barong, tari Legong, dan tari Kecak. Bagi Wisatawan yang suka dengan kesenian, maka Desa Batubulan banyak sekali tempat yang bisa dijadikan lokasi untuk memuaskan hasrat tersebut.

Sajian tarian khas Bali ini dipentaskan setiap hari. Jika Tari Legong dan Tari Barong dipentaskan pada pagi hari, Tari Kecak dipentaskan pada malam hari. Tari Legong dipentaskan pada awal sebagai pembuka pementasan kemudian disusul dengan Tari Barong dan diakhiri dengan Tari Keris. Pementasan ini dimulai pada pukul 09.30-10.30 WITA setiap harinya.

Bali

www.whatsnewbali.com

Untuk Tari Kecak, pementasan dimulai pada pukul 18.00-19.00 WITA. Dalam Tari Kecak tidak menggunakan musik gamelan. Namun hanya melalui suara yang keluar dari mulut para penari. Nada yang dikeluarkan berbeda-beda dan diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan magis dalam alunan musiknya.

Untuk menuju desa ini, hanya perlu menempuh perjalanan selama 15 sampai 20 menit dari Kota Denpasar. Tidak ada biaya tiket untuk masuk ke kawasan Desa Batubulan, kecuali jika ingin melihat pertunjukan tari yang dipentaskan.

 

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: