Yuk, Ketahui Lebih dalam 5 Tantangan bagi Generasi Millennials!

Umumnya, setiap manusia pasti memiliki generasi. Generasi adalah orang yang berasal dari keturunan orang-orang terdahulu. Singkatnya, generasi bisa memiliki arti yang sama dengan keturunan. Untuk mendapatkan keturunan, manusia harus melakun reproduksi.

Yuk, Ketahui Lebih dalam 5 Tantangan bagi Generasi Millennials!

Yuk, Ketahui Lebih dalam 5 Tantangan bagi Generasi Millennials!

Untuk mendapatkan generasi selanjutnya, manusia haruslah berpasang-pasangan yaitu laki-laki dengan perempuan. Setelah melakukan reproduksi, maka terciptalah generasi selanjutnya, seperti generasi millennials.

Generasi millenials adalah orang-orang yang lahir diantara tahun 1980 hingga awal tahun 2000, generasi millenials biasa disebut dengan Generasi Y atau Gen-Y. Sebelum adanya Gen-Y ini, ada beberapa generasi lainnya, seperti Generasi Baby Bloomers, dan Generasi X. Generasi millennials biasa disebut dengan echo boomers, karena dalam generasi ini memiliki peningkatan besar atau booming.

Secara singkat, generasi ini sekarang sedang berumur sekitar 19 tahun – 39 tahun. Setiap generasi yang ada memiliki tantangannya sendiri, dan hal tersebut berlaku bagi Gen-Y ini. Lalu, apa saja tantangan bagi generasi millennials atau Gen-Y ini ya?

Lapangan Pekerjaan Lebih Sempit

MillennialsSumber : educenter.id

Tantangan yang pertama bagi Gen-Y yaitu lapangan pekerjaan semakin sempit atau semakin sulit mendapatkan pekerjaan. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Agustus 2018, tingkat pengangguran di Indonesia masih berada di angka 5,34%, yang artinya masih ada sekitar 7 juta penduduk Indonesia yang masih menganggur. Dari data tersebut bisa disimpulkan, bahwa Gen-Y yang sekarang sedang berada di usia sekitar 19 tahun ke atas akan sulit mendapatkan pekerjaan.

Tidak bisa dipungkiri, sekarang Indonesia sudah menjadi negara yang mengikuti MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Dengan menjadi anggota dari MEA, maka, persaingan dalam dunia pekerjaan semakin sulit, karena, Rekan Bijak tidak lagi bersaing dengan masyarakat Indonesia saja, tetapi juga memiliki pesaing dari negara ASEAN. Oleh karena itu, Rekan Bijak yang termasuk ke dalam Gen-Y, sulit mendapatkan pekerjaan.

Kesenjangan pada Kepercayaan Diri

MillennialsSumber : KlubWanita.com

Tantangan yang selanjutnya yaitu adanya kesenjangan kepercayaan diri. Gen-Y merupakan orang-orang yang hadir di dunia yang sudah memiliki pendidikan yang memadai, seperti teknologi sedang mengalami perkembangan yang pesat. Oleh karena itu, orang yang masuk ke dalam Gen-Y merasa harus diistimewakan.

Tetapi, tidak semua Gen-Y merasa harus diistimewakan, melainkan, ada beberapa Gen-Y yang merasa tidak percaya diri, sehingga membuat seseorang minder. Untuk itu, Rekan Bijak tidak bisa menyamaratakan cara menghadapi orang-orang yang termasuk ke dalam Gen-Y.

Berubahnya Tren Pernikahan

MillennialsSumber : tirto.id

Selanjutnya, tantangan bagi Gen-Y ini yaitu berubahnya tren pernikahan. Di negara Indonesia, biasanya seorang pasangan yang ingin menikah, dalam mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan pernikahan, maka orang tua-lah yang akan menjadi penanggungjawab.

Tetapi, hal tersebut mulai berubah dengan tren pernikahan yang segala sesuatunya diurus sendiri oleh orang-orang yang termasuk ke dalam Gen-Y ini. Jadi, orang tua tidak lagi memiliki peran yang sangat penting, karena, otak dari segala acara pernikahan adalah pasangan Gen-Y itu sendiri.

Melawan Hoax

MillennialsSumber : AyoBandung.com

Tantangan yang selanjutnya yaitu melawan hoax. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, generasi ini hadir saat teknologi sedang berkembang pesat. Dengan adanya teknologi, maka, dapat mempermudah Rekan Bijak mendapatkan berita. Akan tetapi, semakin berkembangnya teknologi, maka, akan bertambah pula berita atau informasi palsu yang disebut dengan hoax.

Untuk itu, orang-orang yang termasuk ke dalam Gen-Y harus bisa melawan hoax. Melawan yang dimaksud disini yaitu bisa membedakan mana berita atau informasi yang benar, dan mana berita atau informasi yang palsu atau hoax.

Sikap Terhadap Politik

MillennialsSumber : idntimes.com

Tantangan terakhir yaitu sikap terhadap politik. Sebagai penduduk di negara demokrasi yaitu negara Indonesia, maka, Rekan Bijak harus mengetahui perkembangan politik yang sedang berjalan. Berdasarkan hasil survei dari Alvara Research Center tahun 2014, mereka membuat sebuah gambaran pemilihan umum, pada generasi millennial di Indonesia cenderung menjadi pemilih yang memiliki sikap swing (berubah-ubah) dan apathetic (apatis, tidak peduli).

Nah, Rekan Bijak, sudah tahu kan apa saja tantangan yang akan dihadapi oleh Generasi Millennials? Jika belum, Rekan Bijak dapat membaca kembali artikel di atas ya!

Millennials

Write a Comment

view all comments


Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 57

Warning: Illegal string offset 'rules' in /home/forge/blog.danabijak.com/wordpress/wp-content/themes/portus-premium-theme/functions/filters.php on line 62

%d bloggers like this: